Sudah berapa abad ya aku tidak melihat Miah? Lama sekali rasanya. Hehe.
Tadi sore aku melihat dia lewat di Banua Halat. Senang bisa melihatnya lagi.
Tapi dia sama sekali tidak menyapaku, jangankan menyapaku mungkin melihatkupun dia enggan. Ah, tapi itu sama sekali tidak penting, mau dia melihatku atau tidak, mau dia menyapaku atau tidak itu tidak penting saat ini.
Yang terpenting aku masih bisa melihatnya, dan itu sudah bisa membuatku bernafas lega.
No comments:
Post a Comment